• WhatsApp_Image_2019-11-20_at_6.57.43_PM
  • WhatsApp_Image_2019-11-20_at_6.57.43_PM
  • WhatsApp_Image_2019-11-20_at_6.57.43_PM
  • WhatsApp_Image_2019-11-20_at_6.57.43_PM
1

Pelita Dhihin

Pujangga Melayu # (L8)

Regular price
RM 80.75
Sale price
RM 80.75
Regular price
RM 95.00
JIMAT 15%
Pos hari sama - order sblm 10AM | BOOKCAFE
Pos hari sama - order sblm 10AM
Refund dijamin (kredit) | BOOKCAFE
Refund dijamin (kredit)
Buku rosak? Ganti percuma | BOOKCAFE
Buku rosak? Ganti percuma

Dengan novel persuratan, aku maksudkan novel yang mementingkan hikmah, kebijaksanaan, ilmu, nasihat, petua, pengajaran, amaran tentang kebaikan dan keburukan. Sebuah novel yang tidak menjadikan khayalan sebagai dasar cerita, sehingga memungkinkan ditulis novel-novel tentang perkara-perkara yang berada di luar kemampuan akal manusia memahaminya, seperti tentang syurga dan neraka, kehidupan di dalam kubur dan hal-hal seumpama itu. Novel persuratan mengawal dengan ketat temanya, supaya tidak hanyut di alam khayal bersama emosi liar yang dipandu seluruhnya oleh iblis, seperti yang dibuat oleh para penulis novel sastera. Para penulis novel sastera mementingkan cerita, emosi, peristiwa yang aneh-aneh, watak yang juga aneh-aneh. Novel sastera tidak mementingkan idea.

                                                                     (Pujangga Melayu, halaman 361,2017)